PUISI EPIK, LIRIK, DRAMATIC, ROMANCE & ELEGI
DARAH PARA PEJUANG- PUISI EPIK
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Di bawah naungan kibaran sang Merah Putih
Berdirilah pusara-pusara hitam putih
Tersembunyi diantara pandangan tak bertepi
Hanya rembulan pucat yang menerangi
Merekalah para pemilik kekuatan
Merekalah para pemilik kesabaran
Merekalah para pemilik kamauan
Merekalah pahlawan
Membantu rakyat dikala lelah
Menghibur rakyat dikala gundah
Menghapus segala derita yang mendera
Dengan berjuang hingga akhir nyawa
HUJAN SORE ITU -PUISI LIRIK
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Kala hujan sore itu
Aku terpaku
Dibawah awan sore kelabu
Dan desir angin serasa beku
Tetesan air menghujam bagai sembilu
Merasuk jiwa menghentikan waktu
Perpisahan itu
Merampas seluruh kesadaranku
Tau-tau kau sudah berlalu
Membawa serta setengah hatiku
Aku terpaku
Tergugu di bawah derasnya hujan sore itu
SINAR REMBULAN - PUISI DRAMATIC
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Angin malam bertiup lembut
Membuai mimpi dalam selimut
Rembulan meredup
Kehilangan binar yang biasa meletup
‘’Selamat tinggal !” kata yang terus menghantui Rembulan sepanjang malam
Matahari Rembulan telah tenggelam
Membawa sisa-sisa sinar yang telah lama padam
Menambah kelam hidup yang sebelumnya suram
Bersisa kenangan yang terus membayang
“Pada akhirnya aku kembali sendirian, Matahari..” lirih Rembulan pada bayang-bayang
Berharap sang angin membawa pesannya pada sang surya
Tanpa seorangpun tau bahwa kata tersebut ialah kata terakhir yang ia hembuskan lewat udara
KAMU- PUISI ROMMACE
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Bibir tipis merah jambu
Sepasang netra berwarna kelabu
Rambut legam sepanjang bahu
Dengan kulit sewarna madu
Kamu
Ya, kamu
Pemilik suara sehalus beledu
Sang pemilik dari tatapan teduh
Aku bisu
Saat berhadapan dengan parasmu
Aku lumpuh
Saat dengan lembut kau menggenggam jemariku
SENJA- PUISI ELEGI
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Semburat jingga mewarnai cakrawala
Debur ombak memecah sunyi yang mengudara
Aku bersimpuh
Mengotori tubuh dengan pasir dan debu
Terisak hebat mengalahkan kerasnya suara ombak
Teringat pengkhianatan yang membuat sesak
Bak belati yang ditancapkan dalam luka
Menyanyat, hingga tak ada lagi suara yang mampu mengudara
Mengabaikan kaki yang melepuh
Di bawah cahaya senja aku melepaskan segala rapuh
Membuang bayangan pengkhianatan bagai sembilu
Menyingkirkan segala rasa yang membelenggu
DARAH PARA PEJUANG- PUISI EPIK
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Di bawah naungan kibaran sang Merah Putih
Berdirilah pusara-pusara hitam putih
Tersembunyi diantara pandangan tak bertepi
Hanya rembulan pucat yang menerangi
Merekalah para pemilik kekuatan
Merekalah para pemilik kesabaran
Merekalah para pemilik kamauan
Merekalah pahlawan
Membantu rakyat dikala lelah
Menghibur rakyat dikala gundah
Menghapus segala derita yang mendera
Dengan berjuang hingga akhir nyawa
HUJAN SORE ITU -PUISI LIRIK
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Kala hujan sore itu
Aku terpaku
Dibawah awan sore kelabu
Dan desir angin serasa beku
Tetesan air menghujam bagai sembilu
Merasuk jiwa menghentikan waktu
Perpisahan itu
Merampas seluruh kesadaranku
Tau-tau kau sudah berlalu
Membawa serta setengah hatiku
Aku terpaku
Tergugu di bawah derasnya hujan sore itu
SINAR REMBULAN - PUISI DRAMATIC
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Angin malam bertiup lembut
Membuai mimpi dalam selimut
Rembulan meredup
Kehilangan binar yang biasa meletup
‘’Selamat tinggal !” kata yang terus menghantui Rembulan sepanjang malam
Matahari Rembulan telah tenggelam
Membawa sisa-sisa sinar yang telah lama padam
Menambah kelam hidup yang sebelumnya suram
Bersisa kenangan yang terus membayang
“Pada akhirnya aku kembali sendirian, Matahari..” lirih Rembulan pada bayang-bayang
Berharap sang angin membawa pesannya pada sang surya
Tanpa seorangpun tau bahwa kata tersebut ialah kata terakhir yang ia hembuskan lewat udara
KAMU- PUISI ROMMACE
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Bibir tipis merah jambu
Sepasang netra berwarna kelabu
Rambut legam sepanjang bahu
Dengan kulit sewarna madu
Kamu
Ya, kamu
Pemilik suara sehalus beledu
Sang pemilik dari tatapan teduh
Aku bisu
Saat berhadapan dengan parasmu
Aku lumpuh
Saat dengan lembut kau menggenggam jemariku
SENJA- PUISI ELEGI
Oleh : Lillah Izzati Kamilah
Semburat jingga mewarnai cakrawala
Debur ombak memecah sunyi yang mengudara
Aku bersimpuh
Mengotori tubuh dengan pasir dan debu
Terisak hebat mengalahkan kerasnya suara ombak
Teringat pengkhianatan yang membuat sesak
Bak belati yang ditancapkan dalam luka
Menyanyat, hingga tak ada lagi suara yang mampu mengudara
Mengabaikan kaki yang melepuh
Di bawah cahaya senja aku melepaskan segala rapuh
Membuang bayangan pengkhianatan bagai sembilu
Menyingkirkan segala rasa yang membelenggu
Komentar
Posting Komentar